Kamis, 06 April 2017

Manajemen Risiko Dalam Perdagangan



KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT. Alhamdulillah pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah dengan judul “Manajemen Risiko dalam Perdagangan” yang merupakan salah satu tugas mata kuliah Manajemen Risiko.
Penulis  menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini banyak kekurangannya,baik secara redaksi maupun tata bahasa. Oleh karena itu, kritik dan saran penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah ini.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat bantuan dari semua pihak yang dalam kesempatan ini sudah sepantasnya penulis menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sedalam-dalam nya kepada semua pihak yang telah membantu, terutama kepada Bapak Arif Rachman, SE., AK., MM sebagai Dosen pembingbing  selama pembelajaran.
Terima kasih yang tak terhingga, penulis sampaikan kepada keluarga , serta sahabat  dan kolega penulis yang senantiasa mendorong dan mengingatkan agar menjalani proses Belajar ini dengan baik.
            Wassalamualaikum Wr. Wb.


                                                                                        Garut, Januari 2017



                                                                                        Penulis









BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah

Risiko adalah peluang di mana hasil yang sesungguhnya bisa berbeda dengan hasil yang diharapkan (Antoni, 2003). Risiko pada umumnya ialah suatu unsur ketidaktentuan atau kemungkinan kerugian yang tidak dapat dipisahkan dari setiap kegiatan. Dalam dunia usaha meliputi fluktuasi harga, perubahan dalam permintaan, keadaan keuangan dari pada konsumen dan kemampuan untuk memperoleh bahan-bahan (Abdurrachman, 1982).
Berdasarkan wawancara, dengan pemilik usaha perdagangan Beras PD. CEMPAKA PUTRA bahwa dalam usaha beras mempunyai berbagai risiko yang sering di hadapi. Risiko perubahan harga dalam tataniaga beras semakin besar dengan tingginya volume perdagangan beras. Hal tersebut disebabkan beras memiliki urutan utama dari berbagai jenis pangan yang dikonsumsi di Indonesia. Sehingga dapat dengan mudah kita jumpai toko dan gerai usaha beras yang menjual beras dengan berbagai macam harga dan jenis beras. Persaingan usaha toko dan agen beras di tahun 2016 lumayan tinggi. Sehingga diperlukan beberapa strategi agar usaha toko beras dan agen beras bisa berhasil laris manis maupun laku keras. Agar usaha toko beras maupun agen beras laris manis salah satu upayanya jangan sampai menjual beras yang kualitas buruk atau dicampur dengan bahan kimia. Hal ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan para konsumen.
Berdasarkan hasil penelitian mengenai usaha perdagangan beras di PD. CEMPAKA PUTRA maka di perlukan juga mengaplikasikan manajemen risiko untuk menghadapi persaingan penjualan beras di tahun 2017. Ada lima macam risiko yang dihadapi oleh seorang pedagang, meliputi risiko produksi (production risk), risiko pemasaran (marketing risk), risiko keuangan (financial risk ), risiko hukum (legal risk), dan risiko sumber daya manusia (human resources risk). Untuk menghadapi kelima risiko tersebut terdapat lima cara yang dapat ditempuh, yaitu dipertahankan (retain), digeser (shift), dikurangi (reduce), diasuransikan (insure), dan dihindari (avoid) (Sutawi, 1999). Aktivitas pada manajemen risiko meliputi identifikasi risiko, pengukuran risiko, dan penanganan risiko. Identifikasi risiko merupakan aktivitas awal yang akan menghasilkan output daftar risiko.

1.2  Tujuan Masalah
a.       Untuk mengetahui pengetian manajemen risiko
b.      Untuk mengetahui macam-macam risiko
c.       Untuk mengetahui risiko dalam perdagangan beras (PD.Cempaka Putra)




























BAB 2
KERANGKA PEMIKIRAN

1.      Pengertian Manajemen Risiko

Risiko berhubungan dengan ketidakpastian terjadi karena kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi. Secara umum risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang dihadapi seseorang atau perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan. Begitupun dalam bidang perdagangan, segala  kegiatan didalamnya juga mengandung risiko yang harus ditangani agar tidak menimbulkan kerugian . Untuk menangani risiko tersebut bisa dilakukan dengan manajemen risiko. 
Menurut Smith : 1990, manajemen risiko didefinisikan sebagai proses identifikasi, pengukuran, dan kontrol keuangan dari sebuah risiko yang mengancam aset dan penghasilan dari sebuah perusahaan atau proyek yang dapat menimbulkan kerusakan atau kerugian pada perusahaan tersebut. Dengan kata lain, manajemen risiko adalah suatu cara dalam mengorganisir suatu risiko yang akan dihadapi baik itu sudah diketahui maupun yang belum diketahui atau yang tak terpikirkan yaitu dengan cara memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu.. Oleh karena itu, melalui manajemen risiko diharapkan kerugian yang ditimbulkan dari ketidakpastian dapat dikurangi bahkan dihilangkan untuk kelangsungan kegiatan di bidang perdagangan.
Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.
Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik.

 2 .       Jenis Risiko Perusahaan-Bisnis
1.      Risiko Keuangan
Risiko keuangan adalah segala macam risiko yang berkaitan dengan keuangan, biasanya diperbandingkan dengan risiko non keuangan, seperti resiko operasional. Risiko keuangan adalah risiko yang timbul akibat ketidakpastian target keuangan sebuah usaha atau ukuran keuangan usaha. Target keuangan usaha adalah besaran target yang ditetapkan oleh wirausaha dalam kurun waktu tertentu. Sedangkan ukuran keuangan usaha adalah kondisi keuangan usaha yang bisa berupa arus kas, laba usaha, dan pertumbuhan penjelasan (Bramantyo Djohamputera).
Adapun jenis dari risiko keuangan adalah :
a.       Risiko likuiditas
b.      Diskontinuitas pasar
c.       Risiko kredit
d.      Risiko regulasi
e.       Risiko pajak
f.       Risiko akuntansi
2.      Risiko Operasional
Risiko operasional adalah sebagai risiko dari kerugian atau ketidakcukupan dari proses internal, manusia dan system yang gagal dari peristiwa eksternal. Serta risiko operasional adalah sebuah risiko yang mempengaruhi semua bismis karena risiko operasional tidak dapat dipisahkan dalam melakukan aktifitas proses atau operasional.
Adapun jenis dari risiko operasional adalah :
a.       Kesalahan dalam Pembukuan Secara Manual (manual risk)
Risiko dalam bidang pembukuan secara manual terjadi karena beberapa sebab :
§  Pembukuan secara manual ditulis atau dicatat dikertas akan cepat rusak.
§  Jika kesalahan dalam pencatatan secara manual maka penyelesaian dan pencarian sumber masalah dilakukan secara manual.
§  Proses penyusunan pembukuan berlangsung dengan waktu yang lama sehingga pekerjaan tidak efisien dan efektif.
b.      Kesalahan Pembelian Barang dan Tidak ada Kesepakatan Barang Ditukat Kembali
Risiko ini timbul karena tidak adanya kesepakatan mengenai syarat dan ketentuan dalam hal jual-beli barang, seperti ketentuan dalam hal retur barang serta kesepakatan lainnya. Adapun risiko kerugian yang akan ditanggung perusahaan sebagai berikut :
§  Bila barang yang dibeli untuk dijual kembali tidak laku dijual perusahaan akan menggalami kerugian.
§  Bila ada barang sisa yang tidak dapat ditukar dengan yang baru, maka memaksa perusahaan menjual dengan harga murah. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerusakan barang bila terlalu lama disimpan.
§  Perusahaan tidak bisa melakukan penghematan biaya.
c.       Risiko Strategis
Risiko strategis dapat didefinisikan sebagai risiko yang diakibatkan penetapan strategi serta implementasi dari strategi tersebut yang keliru atau kurang memadai karena tidak sesuai dengan lingkungan internal dan eksternal perusahaan.
d.      Risiko Eksternalitas
Risiko yang berkaitan dengan kejadian yang bersumber dari luar pershaan dan diluar pengendalian perusahaan. Kejadian seperti itu jarang terjadi, tetapi memiliki dampak yang cukup besar (frekuensi rendan, dampak tinggi). Beberapa risiko eksternal yaitu : bencana alam, dan risiko akibat kondisi alam. Kategori risiko eksternal lainnya adalah sebagai berikut : gangguan system transfortasi yang mengakibatkan karyawan tidak masuk dan terjadi pemadaman air dan pemadaman listrik.
Faktor yang menentukan harga pasar terkait dengan risiko adalah penawaran dan permintaan, likuiditas, intervensi pemmerintah, arbitrase, peristiwa ekonomi dan politik, dan faktor-faktor indicator ekonomi.
Untuk garis besarnya ada bermacam-macam risiko dalam berusaha dan upaya untuk menghindari atau memperkecil risiko, yaitu :
1.      Risiko teknis
Risiko ini terjadi akibat kekurangmampuan manajer atau Wirausaha dalam mengambil keputusan. Risiko yang sering terjadi:
a.       Biaya produksi yang tinggi (inefisien),
b.      Pemakaian sumber sumber daya yang tidak seimbang (tenaga kerja terlalu banyak),
c.       Terjadi pencurian, akibat pengawasan yang kurang baik,
d.      Terjadi kebakaran, akibat keteledoran dan kurang kecermatan,
e.       Terus menerus rugi karena biaya yang terus membengkak serta harga jual tak berubah,
f.       Penempatan tenaga kerja yang kurang tepat sehingga produktivitas kerja menurun, Perencanaan dan desain yang salah, sehingga sulit dioperasionalkan, serta hal-hal yang berhubungan dengan ketatalaksana-an perusahaan.
2.      Risiko pasar
Risiko ini terjadi akibat produk yang dihasilkan kurang laku atau tidak laku di pasar. Produk telah menjadi kuno (absolensence) yang diperoleh terus menurun dan terjadi kerugian. Akibatnya penerimaan (revenue) yang diperoleh terus menurun dan terjadi kerugian. Hal ini akan menjadi bencana usaha yang berakibat usahanya sampai di terminal alias gulung tikar. Upaya yang dapat ditempuh pengusaha adalah sebagai berikut:
a.       Mengadakan inovasi (product innovation), yaitu membuat desain baru dari produk yang disenangi calon pembeli.
b.      Mengadakan penelitian pasar (market research) dan memperoleh informasi pasar secara berkesinambungan.
3.      Risiko kredit
Adalah risiko yang ditanggung kreditor akibat debitor tidak membayar pinjaman sesuai waktu yang telah disepakati. Sering terjadi produsen menaruh produknya lebih dulu dan dibayar kemudian. Atau debitor meminjam uang untuk usaha tetapi usahanya gagal, akibatnya timbul kredit macet. Upaya untuk mengatasi hal tersebut diantaranya sebagai berikut:
a.       Berikan kredit pada seseorang yang minimal memenuhi syarat sebagai berikut:
1)      Dapat dipercaya (character), yaitu watak dan reputasi yang telah diketahui.
2)      Kemampuan untuk membayar (capacity). Hal ini dapat dilihat dari kemampuan/hasil yang diperoleh dari usahanya.
3)      Kemampuan modal sendiri yang ditempatkan dalam usaha (capital) sehingga merupakan net personal assets.
4)      Keadaan usahanya selama ini (conditions) apakah menunjukkan trend naik mendatar atau menurun.
b.      Jangan memberikan pinjaman yang terlalu besar sambil mengevaluasi kredibilitas debitor.
c.       Memperhatikan pengelolaan dana debitor bila yang bersangkutan memiliki perusahaan. Yang perlu diperhatikan adalah lembaran neraca, laporan laba-rugi tahunan dan aliran dana setiap tahun.
4.      Risiko alam
Risiko ini terjadi di luar pengetahuan manusia, misalnya gempa bumi, banjir, angin puyuh, dan kemarau panjang. Karena kemungkinan terjadi sangat kecil risiko ini dapat dianggap tidak ada. Tetapi, bila takut menhadapi risiko tersebut, ada perusahaan asuransi yang berani menanggung risiko tersebut.
Selain itu ada lima macam risiko yang dihadapi oleh seorang pedagang, meliputi risiko produksi (production risk), risiko pemasaran (marketing risk), risiko keuangan (financial risk ), risiko hukum (legal risk), dan risiko sumber daya manusia (human resources risk). Untuk menghadapi kelima risiko tersebut terdapat empat cara yang dapat ditempuh, yaitu dipertahankan (retain), digeser (shift), dikurangi (reduce), dan dihindari (avoid).


















BAB 3
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Nama Perusahaan                    : PD.CEMPAKA PUTRA
Tahun Berdiri                          :  Juli 2016
No SIUP                                 :
Pemilik                                    : Ruben Tegar Walandara
Alamat                                    : Jln. Guntur Pasar Ciawitali, depan terminal angkot Garut


Kontak Person                        : 081224080333

PD.CEMPAKA PUTRA berdiri di Garut pada bulan Juli 2016, adapun tujuan didirikannya PD.Cempaka Putra adalah sebagai bentuk pengembangan usaha dari PD. CEMPAKA PUTTRA induk yang berada  di Cilawu, untuk mendistribusikan beras ke retail dan pengecer di Garut. Pemasaran PD.Cempaka Putra pertama dilakukan di daerah karangpawitan, selain tujuan tersebut, PD.Cempaka Putra juga melihat peluang untuk mendapatkkan laba yang cukup besar, karena dilihat dari mayoritas masyarakat Garut mengkonsumsi beras sebagai bahan makanan pokok. Serta dengan melihat semakin banyak dan bertambahnya penduduk Indonesia khususnya Garut, namun lahan pertanian yang semakin menyempit yang digunakan untuk pabrik-pabrik industry serta perumahan-perumahan. Sehingga membuat hasil panen gabah/padi semakin berkurang.
 Adapun jenis beras yang dijual di PD.CCempaka Putra yaitu :
1.      Beras sarinah
2.      Beras pandan wangi
3.      Beras buled
4.      Beras merah
5.      Beras ketan hitam
6.      Beras ketan putuh
7.      Beras jembar, dll.
Selain itu, beras dibagi ke dalam 2 golongan yaitu yang pertama untuk kalangan menengah kebawah dengan proses beras satu kali penggilingan dan yang kedua untuk kalangan menengah ke atas dengan proses beras dua kali penggilingan. Dan untuk harga beras yang dijual termurah adalah Rp.9.000,- dan harga tertinggi Rp.11.000,-.
            Lokasi kios yang diambil berada di depan terminal angkot, karena lokasi yang strategis serta banyak dilewati orang-orang setelah berbelanja kebutuhan pokok lainnya.






















BAB 4
PEMBAHASAN

Aplikasi Manajemen Risiko dalam dunia bisnis Sangat banyak pengaplikasiannya. Dalam hal ini dunia perdagangan beras dari tahun ke tahun semakin meningkat dengan terus bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia dan lahan pertanian yang mulai menyempit karena banyak lahan produktif yang beralih menjadi perumahan. PD. Cemapaka Putra sebagai agen beras yang belum lama berdiri memerlukan manajemen risiko yang baik agar bisa bersaing dengan pesaing-pesaing yang sudah lama.
1.      Jenis Risiko Perusahaan-bisnis
a.      Risiko Keuangan
Tujuan utama manajemen risiko keuangan adalah untuk meminimalkan potensi kerugian yang timbul dari perubahan tak terduga dalam harga mata uang kredit, komoditas, dan ekuitas. Risiko volatilitas harga yang dihadapi ini disebut dengan risiko pasar.
Meskipun volatilitas harga atau tingkat akuntan manajemen perlu mempertimbangkan risiko lainnya.
Tujuan risiko keuangan untuk meningkatkan nilai perusahaan, karena investor menyukai manajer keungan yang mampu mengidentifikasi dan mengelola risiko pasar. Stabilitas aliran kas bisa meminimalkan lonjakan laba, sehingga ekspektasi arus kas naik. Stabilitas laba megurangi risiko gagal bayar dan kebangkrutan.
Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik PD.Cempaka Putra ditinjau dari risiko keuangan belum mempunyai target laba yang dicapai dan pencatatan laporan keungan, sehinggan tidak diketahui apakah laba atau rugi perbulannya.
b.      Risiko Operasional
Risiko operasional adalah sebagai risiko dari kerugian atau ketidakcukupan dari proses internal, manusia dan system yang gagal dari peristiwa eksternal. Serta risiko operasional adalah sebuah risiko yang mempengaruhi semua bismis karena risiko operasional tidak dapat dipisahkan dalam melakukan aktifitas proses atau operasional.
Adapun jenis dari risiko operasional yang ada di PD.Cempaka Putra adalah sebagai berikut :
1.      Kesalahan dalam Pembukuan Secara Manual (manual risk)
Risiko dalam bidang pembukuan secara manual terjadi karena beberapa sebab :
§  Pembukuan secara manual ditulis atau dicatat dikertas akan cepat rusak.
§  Jika kesalahan dalam pencatatan secara manual maka penyelesaian dan pencarian sumber masalah dilakukan secara manual.
§  Proses penyusunan pembukuan berlangsung dengan waktu yang lama sehingga pekerjaan tidak efisien dan efektif.
2.      Kesalahan Pembelian Barang dan Tidak Ada Kesepakatan Barang Ditukar Kembali
Risiko ini timbul karena tidak adanya kesepakatan mengenai syarat dan ketentuan dalam hal jual-beli barang, seperti ketentuan dalam hal retur barang serta kesepakatan lainnya. Adapun risiko kerugian yang akan ditanggung perusahaan sebagai berikut :
§  Bila barang yang dibeli untuk dijual kembali tidak laku dijual perusahaan akan menggalami kerugian.
§  Bila ada barang sisa yang tidak dapat ditukar dengan yang baru, maka memaksa perusahaan menjual dengan harga murah. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerusakan barang bila terlalu lama disimpan.
3.      Faktor yang menentukan harga pasar terkait dengan risiko
Diantara Faktor yang menentukan harga pasar terkait dengan risiko adalah
 penawaran dan permintaan, likuiditas, intervensi pemmerintah, arbitrase, peristiwa ekonomi, dan faktor-faktor indicator ekonomi.
Dari hasil wawancara faktor yang paling menentukan harga pasar dalam penjualan beras adalah penawaran dan permintaan. Dilihat dari segi teori pengertian penawaran adalah sejumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual (produsen) pada suatu pasar pada berbagai tingkat harga dan dalam waktu tertentu (perhari, per minggu, per tahun).
 Dan pengertian permintaan adalah banyaknya jumlah produk (baik barang maupun jasa)  yang diminta/diinginkan pada suatu pasar tertentu pada berbagai tingkat harga, tingkat pendapatan dan dalam periode tertentu. Kebiasaan orang Indonesia pada waktu akan menjelang bulan puasa dan idul fitri permintaan beras meningkat. Maka sebagai seorang pebisnis harus bisa melihat dan memanfaatkan peluang tersebut, karena dengan meningkatnya permintaan harga akan naik dan stok beras harus ditambah agar bisa menutupi kebutuhan konsumen.
d.      Risiko Strategis
Risiko strategis dapat didefinisikan sebagai risiko yang diakibatkan penetapan strategi serta implementasi dari strategi tersebut yang keliru atau kurang memadai karena tidak sesuai dengan lingkungan internal dan eksternal perusahaan.
Risiko strategis merupakan risiko yang diluar dugaan, untuk lingkungan internal seperti halnya beras yang harus terjual dalam waktu tiga bulan tetapi tidak tercapai yang mengakibatkan terdapatnya kutu beras. Solusi dari risiko tersebut yaitu dengan cara menggiling kembali beras yang ada kutunya, walaupun harus ada biaya tambahan tetapi setidaknya bisa mengurangi kerugian.
Dan untuk lingkungan eksternal yaitu:
-          Adanya kebijakan pemerintah mengeluarkan beras bulog atau impor beras. Untuk penanganan risiko tersebut dengan cara mencampurkan beras yang kualitasnya bagus dan beras yang kualitasnya kurang.
-          Competitor : banyaknya penjualan beras yang berdekatan di lokasi tersebut dengan harga yang bervariatif dan harga yang lebih murah sedikitpun membuat pelanggan berpindah ke pedagang yang lebih murah.  Untuk mengatasinya dengan meyakinkan pelanggan bahwa kualitas beras yang dibelinya lebih bagus.
e.       Risiko Eksternalitas
Risiko yang berkaitan dengan kejadian yang bersumber dari luar perusahaan dan diluar pengendalian perusahaan. Kejadian seperti itu jarang terjadi, tetapi memiliki dampak yang cukup besar (frekuensi rendan, dampak tinggi). Beberapa risiko eksternal yaitu : bencana alam, dan risiko akibat kondisi alam. Kategori risiko eksternal lainnya adalah sebagai berikut : gangguan system transfortasi yang mengakibatkan karyawan tidak masuk dan terjadi pemadaman air dan pemadaman listrik.
Akibat dari risiko eksternalitas ialah berkurangnya pasokan beras dari petani yang diakibatkan karena gagal panen sehingga mengganggu produksi beras. Untuk penanganan risiko tersebut bisa diantisipasi dengan memasok dari luar daerah salah satunya adalah Singaparna.





























BAB 5
KESIMPULAN

Berdasarkan dari hasil pembahasan pada bagian-bagian di atas , maka dapat ditarik beberapa simpulan sebagai berikut:
a.       PD.Cempaka Putra ditinjau dari risiko keuangan dan operasional belum mempunyai target laba yang dicapai dan pencatatan laporan keuangan, sehinggan tidak diketahui apakah laba atau rugi perbulannya. Untuk mengetahui stabilitas perusahaan PD.Cempaka Putra disarankan untuk membuat laporan keuangan sehingga mengetahui alur kas keuangan yang terdahulu dan yang akan datang, yang bisa dijadikan patokan apakah perusahaan itu sehat atau tidak.
b.      PD.Cempaka Putra ditinjau dari risiko Strategis sudah mampu membaca perkiraan yang akan terjadi baik dari lingkungan internal maupun eksternal.
c.       PD.Cempaka Putra ditinjau dari risiko Eksternalitas mampu menngatasinya dengan cara memasok beras dari luar daerahsehingga kebutuhan beras ddapat terpenuhi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar