KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT. Alhamdulillah
pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah dengan judul “Manajemen Risiko dalam Perdagangan”
yang merupakan salah satu tugas mata kuliah Manajemen Risiko.
Penulis menyadari
bahwa dalam penyusunan makalah ini banyak kekurangannya,baik secara redaksi
maupun tata bahasa. Oleh karena itu, kritik dan saran penulis harapkan untuk
penyempurnaan makalah ini.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat
bantuan dari semua pihak yang dalam kesempatan ini sudah sepantasnya penulis
menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sedalam-dalam nya kepada semua
pihak yang telah membantu, terutama kepada Bapak
Arif Rachman, SE., AK., MM sebagai Dosen pembingbing selama pembelajaran.
Terima kasih yang tak terhingga, penulis sampaikan kepada
keluarga , serta sahabat dan kolega
penulis yang senantiasa mendorong dan mengingatkan agar menjalani proses
Belajar ini dengan baik.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Garut,
Januari 2017
Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masalah
Risiko adalah peluang di mana hasil yang sesungguhnya bisa berbeda
dengan hasil yang diharapkan (Antoni, 2003). Risiko pada umumnya ialah suatu
unsur ketidaktentuan atau kemungkinan kerugian yang tidak dapat dipisahkan dari
setiap kegiatan. Dalam dunia usaha meliputi fluktuasi harga, perubahan dalam permintaan,
keadaan keuangan dari pada konsumen dan kemampuan untuk memperoleh bahan-bahan
(Abdurrachman, 1982).
Berdasarkan wawancara, dengan pemilik usaha perdagangan Beras PD.
CEMPAKA PUTRA bahwa dalam usaha beras mempunyai berbagai
risiko yang sering di hadapi. Risiko perubahan harga dalam tataniaga beras
semakin besar dengan tingginya volume perdagangan beras. Hal tersebut
disebabkan beras memiliki urutan utama dari berbagai jenis pangan yang
dikonsumsi di Indonesia. Sehingga dapat dengan mudah kita jumpai toko
dan gerai usaha beras yang menjual beras dengan berbagai macam harga dan jenis
beras. Persaingan usaha toko dan agen beras di tahun 2016 lumayan tinggi.
Sehingga diperlukan beberapa strategi agar usaha toko beras dan agen beras bisa
berhasil laris manis maupun laku keras. Agar usaha toko beras maupun agen beras
laris manis salah satu upayanya jangan sampai menjual beras yang kualitas buruk
atau dicampur dengan bahan kimia. Hal ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan
para konsumen.
Berdasarkan hasil penelitian mengenai usaha perdagangan beras di PD.
CEMPAKA PUTRA maka di perlukan juga mengaplikasikan manajemen risiko untuk
menghadapi persaingan penjualan beras di tahun 2017. Ada lima macam
risiko yang dihadapi oleh seorang pedagang, meliputi risiko produksi
(production risk), risiko pemasaran (marketing risk), risiko keuangan
(financial risk ), risiko hukum (legal risk), dan risiko sumber daya manusia
(human resources risk). Untuk menghadapi kelima risiko tersebut terdapat lima
cara yang dapat ditempuh, yaitu dipertahankan (retain), digeser (shift),
dikurangi (reduce), diasuransikan (insure), dan dihindari (avoid) (Sutawi,
1999). Aktivitas pada manajemen risiko meliputi identifikasi risiko, pengukuran
risiko, dan penanganan risiko. Identifikasi risiko merupakan aktivitas awal
yang akan menghasilkan output daftar risiko.
1.2 Tujuan Masalah
a. Untuk
mengetahui pengetian manajemen risiko
b. Untuk
mengetahui macam-macam risiko
c.
Untuk mengetahui
risiko dalam perdagangan beras (PD.Cempaka Putra)
BAB 2
KERANGKA PEMIKIRAN
1. Pengertian
Manajemen Risiko
Risiko berhubungan dengan ketidakpastian terjadi karena
kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi.
Secara umum risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang dihadapi
seseorang atau perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan. Begitupun
dalam bidang perdagangan, segala kegiatan didalamnya juga mengandung
risiko yang harus ditangani agar tidak menimbulkan kerugian . Untuk menangani
risiko tersebut bisa dilakukan dengan manajemen risiko.
Menurut Smith : 1990, manajemen risiko didefinisikan sebagai
proses identifikasi, pengukuran, dan kontrol keuangan dari sebuah risiko yang
mengancam aset dan penghasilan dari sebuah perusahaan atau proyek yang dapat
menimbulkan kerusakan atau kerugian pada perusahaan tersebut. Dengan kata lain,
manajemen risiko adalah suatu cara dalam mengorganisir suatu risiko yang akan
dihadapi baik itu sudah diketahui maupun yang belum diketahui atau yang tak
terpikirkan yaitu dengan cara memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari
risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua
konsekuensi risiko tertentu.. Oleh karena itu, melalui manajemen risiko
diharapkan kerugian yang ditimbulkan dari ketidakpastian dapat dikurangi bahkan
dihilangkan untuk kelangsungan kegiatan di bidang perdagangan.
Manajemen
risiko tradisional
terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal
(seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum.
Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat
dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.
Sasaran dari
pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda
yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat
diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang
disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik.
2 . Jenis
Risiko Perusahaan-Bisnis
1. Risiko Keuangan
Risiko keuangan adalah segala macam risiko yang
berkaitan dengan keuangan, biasanya diperbandingkan dengan risiko non keuangan,
seperti resiko operasional. Risiko keuangan adalah risiko yang timbul akibat
ketidakpastian target keuangan sebuah usaha atau ukuran keuangan usaha. Target
keuangan usaha adalah besaran target yang ditetapkan oleh wirausaha dalam kurun
waktu tertentu. Sedangkan ukuran keuangan usaha adalah kondisi keuangan usaha
yang bisa berupa arus kas, laba usaha, dan pertumbuhan penjelasan (Bramantyo
Djohamputera).
Adapun jenis dari risiko keuangan adalah :
a. Risiko likuiditas
b. Diskontinuitas pasar
c. Risiko kredit
d. Risiko regulasi
e. Risiko pajak
f. Risiko akuntansi
2. Risiko Operasional
Risiko
operasional adalah sebagai risiko dari kerugian atau ketidakcukupan dari proses
internal, manusia dan system yang gagal dari peristiwa eksternal. Serta risiko
operasional adalah sebuah risiko yang mempengaruhi semua bismis karena risiko
operasional tidak dapat dipisahkan dalam melakukan aktifitas proses atau
operasional.
Adapun
jenis dari risiko operasional adalah :
a.
Kesalahan dalam Pembukuan Secara Manual (manual risk)
Risiko dalam
bidang pembukuan secara manual terjadi karena beberapa sebab :
§ Pembukuan secara manual ditulis atau
dicatat dikertas akan cepat rusak.
§ Jika kesalahan dalam pencatatan secara
manual maka penyelesaian dan pencarian sumber masalah dilakukan secara manual.
§ Proses penyusunan pembukuan berlangsung
dengan waktu yang lama sehingga pekerjaan tidak efisien dan efektif.
b.
Kesalahan Pembelian Barang dan Tidak ada
Kesepakatan
Barang Ditukat Kembali
Risiko
ini timbul karena tidak adanya kesepakatan mengenai syarat dan ketentuan dalam
hal jual-beli barang, seperti ketentuan dalam hal retur barang serta
kesepakatan lainnya. Adapun risiko kerugian yang akan ditanggung perusahaan sebagai berikut :
§ Bila barang
yang dibeli untuk dijual kembali tidak laku dijual perusahaan akan menggalami kerugian.
§ Bila ada barang sisa yang tidak dapat
ditukar dengan yang baru, maka memaksa perusahaan menjual dengan harga
murah. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerusakan barang bila
terlalu lama disimpan.
§ Perusahaan tidak bisa melakukan
penghematan biaya.
c.
Risiko
Strategis
Risiko strategis dapat didefinisikan sebagai risiko yang
diakibatkan penetapan strategi serta implementasi dari strategi tersebut yang
keliru atau kurang memadai karena tidak sesuai dengan lingkungan internal dan
eksternal perusahaan.
d.
Risiko
Eksternalitas
Risiko yang berkaitan dengan kejadian
yang bersumber dari luar pershaan dan diluar pengendalian perusahaan. Kejadian
seperti itu jarang terjadi, tetapi memiliki dampak yang cukup besar (frekuensi
rendan, dampak tinggi). Beberapa risiko eksternal yaitu : bencana alam, dan risiko
akibat kondisi alam. Kategori risiko eksternal lainnya adalah sebagai berikut :
gangguan system transfortasi yang mengakibatkan karyawan tidak masuk dan
terjadi pemadaman air dan pemadaman listrik.
Faktor
yang menentukan harga pasar terkait dengan risiko adalah penawaran dan
permintaan, likuiditas, intervensi pemmerintah, arbitrase, peristiwa ekonomi
dan politik, dan faktor-faktor indicator ekonomi.
Untuk garis besarnya ada bermacam-macam risiko
dalam berusaha dan upaya untuk menghindari atau memperkecil risiko, yaitu :
1.
Risiko teknis
Risiko ini terjadi akibat kekurangmampuan
manajer atau Wirausaha dalam mengambil keputusan. Risiko yang sering terjadi:
a. Biaya
produksi yang tinggi (inefisien),
b. Pemakaian
sumber sumber daya yang tidak seimbang (tenaga kerja terlalu banyak),
c. Terjadi
pencurian, akibat pengawasan yang kurang baik,
d. Terjadi
kebakaran, akibat keteledoran dan kurang kecermatan,
e. Terus
menerus rugi karena biaya yang terus membengkak serta harga jual tak berubah,
f. Penempatan
tenaga kerja yang kurang tepat sehingga produktivitas kerja menurun,
Perencanaan dan desain yang salah, sehingga sulit dioperasionalkan, serta
hal-hal yang berhubungan dengan ketatalaksana-an perusahaan.
2.
Risiko pasar
Risiko ini terjadi akibat produk yang
dihasilkan kurang laku atau tidak laku di pasar. Produk telah menjadi kuno
(absolensence) yang diperoleh terus menurun dan terjadi kerugian. Akibatnya
penerimaan (revenue) yang diperoleh terus menurun dan terjadi kerugian. Hal ini
akan menjadi bencana usaha yang berakibat usahanya sampai di terminal alias
gulung tikar. Upaya yang dapat ditempuh pengusaha adalah sebagai berikut:
a. Mengadakan
inovasi (product innovation), yaitu membuat desain baru dari produk yang
disenangi calon pembeli.
b. Mengadakan
penelitian pasar (market research) dan memperoleh informasi pasar secara
berkesinambungan.
3.
Risiko kredit
Adalah
risiko yang ditanggung kreditor akibat debitor tidak membayar pinjaman sesuai
waktu yang telah disepakati. Sering terjadi produsen menaruh produknya lebih
dulu dan dibayar kemudian. Atau debitor meminjam uang untuk usaha tetapi
usahanya gagal, akibatnya timbul kredit macet. Upaya untuk mengatasi hal
tersebut diantaranya sebagai berikut:
a. Berikan
kredit pada seseorang yang minimal memenuhi syarat sebagai berikut:
1) Dapat
dipercaya (character), yaitu watak dan reputasi yang telah diketahui.
2) Kemampuan
untuk membayar (capacity). Hal ini dapat dilihat dari kemampuan/hasil yang diperoleh
dari usahanya.
3) Kemampuan
modal sendiri yang ditempatkan dalam usaha (capital) sehingga merupakan net
personal assets.
4) Keadaan
usahanya selama ini (conditions) apakah menunjukkan trend naik mendatar atau
menurun.
b. Jangan
memberikan pinjaman yang terlalu besar sambil mengevaluasi kredibilitas
debitor.
c. Memperhatikan
pengelolaan dana debitor bila yang bersangkutan memiliki perusahaan. Yang perlu
diperhatikan adalah lembaran neraca, laporan laba-rugi tahunan dan aliran dana
setiap tahun.
4.
Risiko alam
Risiko
ini terjadi di luar pengetahuan manusia, misalnya gempa bumi, banjir, angin
puyuh, dan kemarau panjang. Karena kemungkinan terjadi sangat kecil risiko ini
dapat dianggap tidak ada. Tetapi, bila takut menhadapi risiko tersebut, ada
perusahaan asuransi yang berani menanggung risiko tersebut.
Selain itu ada lima macam risiko yang dihadapi oleh seorang
pedagang, meliputi risiko produksi (production risk), risiko pemasaran
(marketing risk), risiko keuangan (financial risk ), risiko hukum (legal risk),
dan risiko sumber daya manusia (human resources risk). Untuk menghadapi kelima
risiko tersebut terdapat empat cara yang dapat ditempuh, yaitu dipertahankan
(retain), digeser (shift), dikurangi (reduce), dan dihindari (avoid).
BAB 3
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Nama Perusahaan :
PD.CEMPAKA PUTRA
Tahun Berdiri :
Juli 2016
No SIUP :
Pemilik :
Ruben Tegar Walandara
Alamat : Jln.
Guntur Pasar Ciawitali, depan terminal angkot Garut
Kontak Person : 081224080333
PD.CEMPAKA PUTRA berdiri di Garut pada bulan Juli 2016, adapun tujuan
didirikannya PD.Cempaka Putra adalah sebagai bentuk pengembangan usaha dari PD.
CEMPAKA PUTTRA induk yang berada di
Cilawu, untuk mendistribusikan beras ke retail dan pengecer di Garut. Pemasaran
PD.Cempaka Putra pertama dilakukan di daerah karangpawitan, selain tujuan
tersebut, PD.Cempaka Putra juga melihat peluang untuk mendapatkkan laba yang
cukup besar, karena dilihat dari mayoritas masyarakat Garut mengkonsumsi beras
sebagai bahan makanan pokok. Serta dengan melihat semakin banyak dan
bertambahnya penduduk Indonesia khususnya Garut, namun lahan pertanian yang
semakin menyempit yang digunakan untuk pabrik-pabrik industry serta
perumahan-perumahan. Sehingga membuat hasil panen gabah/padi semakin berkurang.
Adapun jenis beras yang dijual di PD.CCempaka
Putra yaitu :
1.
Beras sarinah
2.
Beras pandan wangi
3.
Beras buled
4.
Beras merah
5.
Beras ketan hitam
6.
Beras ketan putuh
7.
Beras jembar, dll.
Selain
itu, beras dibagi ke dalam 2 golongan yaitu yang pertama untuk kalangan
menengah kebawah dengan proses beras satu kali penggilingan dan yang kedua
untuk kalangan menengah ke atas dengan proses beras dua kali penggilingan. Dan
untuk harga beras yang dijual termurah adalah Rp.9.000,- dan harga tertinggi
Rp.11.000,-.
Lokasi kios yang diambil berada di depan terminal angkot,
karena lokasi yang strategis serta banyak dilewati orang-orang setelah
berbelanja kebutuhan pokok lainnya.
BAB 4
PEMBAHASAN
Aplikasi Manajemen Risiko dalam dunia bisnis Sangat banyak
pengaplikasiannya. Dalam hal ini dunia perdagangan beras dari tahun ke tahun
semakin meningkat dengan terus bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia dan
lahan pertanian yang mulai menyempit karena banyak lahan produktif yang beralih
menjadi perumahan. PD. Cemapaka Putra sebagai agen beras yang belum lama
berdiri memerlukan manajemen risiko yang baik agar bisa bersaing dengan
pesaing-pesaing yang sudah lama.
1.
Jenis
Risiko Perusahaan-bisnis
a.
Risiko
Keuangan
Tujuan utama
manajemen risiko keuangan adalah untuk meminimalkan potensi kerugian yang
timbul dari perubahan tak terduga dalam harga mata uang kredit, komoditas, dan
ekuitas. Risiko volatilitas harga yang dihadapi ini disebut dengan risiko
pasar.
Meskipun
volatilitas harga atau tingkat akuntan manajemen perlu mempertimbangkan risiko
lainnya.
Tujuan
risiko keuangan untuk meningkatkan nilai perusahaan, karena investor menyukai
manajer keungan yang mampu mengidentifikasi dan mengelola risiko pasar.
Stabilitas aliran kas bisa meminimalkan lonjakan laba, sehingga ekspektasi arus
kas naik. Stabilitas laba megurangi risiko gagal bayar dan kebangkrutan.
Berdasarkan
hasil wawancara dengan pemilik PD.Cempaka Putra ditinjau dari risiko keuangan
belum mempunyai target laba yang dicapai dan pencatatan laporan keungan,
sehinggan tidak diketahui apakah laba atau rugi perbulannya.
b.
Risiko
Operasional
Risiko
operasional adalah sebagai risiko dari kerugian atau ketidakcukupan dari proses
internal, manusia dan system yang gagal dari peristiwa eksternal. Serta risiko
operasional adalah sebuah risiko yang mempengaruhi semua bismis karena risiko
operasional tidak dapat dipisahkan dalam melakukan aktifitas proses atau
operasional.
Adapun
jenis dari risiko operasional yang ada di PD.Cempaka Putra adalah sebagai
berikut :
1.
Kesalahan dalam Pembukuan Secara Manual (manual risk)
Risiko dalam
bidang pembukuan secara manual terjadi karena beberapa sebab :
§ Pembukuan secara manual ditulis atau
dicatat dikertas akan cepat rusak.
§ Jika kesalahan dalam pencatatan secara
manual maka penyelesaian dan pencarian sumber masalah dilakukan secara manual.
§ Proses penyusunan pembukuan berlangsung
dengan waktu yang lama sehingga pekerjaan tidak efisien dan efektif.
2.
Kesalahan Pembelian Barang dan Tidak Ada
Kesepakatan
Barang Ditukar Kembali
Risiko
ini timbul karena tidak adanya kesepakatan mengenai syarat dan ketentuan dalam
hal jual-beli barang, seperti ketentuan dalam hal retur barang serta
kesepakatan lainnya. Adapun risiko kerugian yang akan ditanggung perusahaan sebagai berikut :
§ Bila barang
yang dibeli untuk dijual kembali tidak laku dijual perusahaan akan menggalami kerugian.
§ Bila ada barang sisa yang tidak dapat
ditukar dengan yang baru, maka memaksa perusahaan menjual dengan harga
murah. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerusakan barang bila
terlalu lama disimpan.
3. Faktor
yang menentukan harga pasar terkait dengan risiko
Diantara
Faktor yang menentukan harga pasar terkait dengan risiko adalah
penawaran dan permintaan, likuiditas,
intervensi pemmerintah, arbitrase, peristiwa ekonomi, dan faktor-faktor
indicator ekonomi.
Dari
hasil wawancara faktor yang paling menentukan harga pasar dalam penjualan beras
adalah penawaran dan permintaan. Dilihat dari segi teori pengertian penawaran
adalah sejumlah barang atau jasa yang
ditawarkan oleh penjual (produsen) pada suatu pasar pada berbagai tingkat harga
dan dalam waktu tertentu (perhari, per minggu, per tahun).
Dan pengertian permintaan adalah banyaknya
jumlah produk (baik barang maupun jasa)
yang diminta/diinginkan pada suatu pasar tertentu pada berbagai tingkat
harga, tingkat pendapatan dan dalam periode tertentu. Kebiasaan orang Indonesia
pada waktu akan menjelang bulan puasa dan idul fitri permintaan beras
meningkat. Maka sebagai seorang pebisnis harus bisa melihat dan memanfaatkan
peluang tersebut, karena dengan meningkatnya permintaan harga akan naik dan
stok beras harus ditambah agar bisa menutupi kebutuhan konsumen.
d.
Risiko Strategis
Risiko strategis dapat didefinisikan sebagai risiko yang
diakibatkan penetapan strategi serta implementasi dari strategi tersebut yang
keliru atau kurang memadai karena tidak sesuai dengan lingkungan internal dan
eksternal perusahaan.
Risiko strategis
merupakan risiko yang diluar dugaan, untuk lingkungan internal seperti halnya
beras yang harus terjual dalam waktu tiga bulan tetapi tidak tercapai yang
mengakibatkan terdapatnya kutu beras. Solusi dari risiko tersebut yaitu dengan
cara menggiling kembali beras yang ada kutunya, walaupun harus ada biaya
tambahan tetapi setidaknya bisa mengurangi kerugian.
Dan untuk
lingkungan eksternal yaitu:
-
Adanya kebijakan
pemerintah mengeluarkan beras bulog atau impor beras. Untuk penanganan risiko
tersebut dengan cara mencampurkan beras yang kualitasnya bagus dan beras yang
kualitasnya kurang.
-
Competitor :
banyaknya penjualan beras yang berdekatan di lokasi tersebut dengan harga yang
bervariatif dan harga yang lebih murah sedikitpun membuat pelanggan berpindah
ke pedagang yang lebih murah. Untuk
mengatasinya dengan meyakinkan pelanggan bahwa kualitas beras yang dibelinya
lebih bagus.
e.
Risiko
Eksternalitas
Risiko yang berkaitan dengan
kejadian yang bersumber dari luar perusahaan dan diluar pengendalian
perusahaan. Kejadian seperti itu jarang terjadi, tetapi memiliki dampak yang
cukup besar (frekuensi rendan, dampak tinggi). Beberapa risiko eksternal yaitu
: bencana alam, dan risiko akibat kondisi alam. Kategori risiko eksternal
lainnya adalah sebagai berikut : gangguan system transfortasi yang
mengakibatkan karyawan tidak masuk dan terjadi pemadaman air dan pemadaman
listrik.
Akibat dari risiko eksternalitas
ialah berkurangnya pasokan beras dari petani yang diakibatkan karena gagal
panen sehingga mengganggu produksi beras. Untuk penanganan risiko tersebut bisa
diantisipasi dengan memasok dari luar daerah salah satunya adalah Singaparna.
BAB 5
KESIMPULAN
Berdasarkan dari hasil pembahasan pada bagian-bagian di atas
, maka dapat ditarik beberapa simpulan sebagai berikut:
a.
PD.Cempaka Putra
ditinjau dari risiko keuangan dan operasional belum mempunyai target laba yang
dicapai dan pencatatan laporan keuangan, sehinggan tidak diketahui apakah laba
atau rugi perbulannya. Untuk mengetahui stabilitas perusahaan PD.Cempaka Putra
disarankan untuk membuat laporan keuangan sehingga mengetahui alur kas keuangan
yang terdahulu dan yang akan datang, yang bisa dijadikan patokan apakah
perusahaan itu sehat atau tidak.
b.
PD.Cempaka Putra
ditinjau dari risiko Strategis sudah mampu membaca perkiraan yang akan terjadi
baik dari lingkungan internal maupun eksternal.
c.
PD.Cempaka Putra
ditinjau dari risiko Eksternalitas mampu menngatasinya dengan cara memasok
beras dari luar daerahsehingga kebutuhan beras ddapat terpenuhi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar