KATA
PENGANTAR
Segala puji dan syukur di panjatkan kepada Allah
SWT.Alhamdulillah pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah
dengan judul “Indikator Pembangunan dan
Tingkat Kesejahteraan di RW 5 Desa Situjaya” yang merupakan salah satu
tugas mata kuliah Ekonomi Pembangunan.
Penulis menyadari
bahwa dalam penyusunan makalah ini banyak kekurangannya,baik secara redaksi
maupun tata bahasa.Oleh karena itu, kritik dan saran penulis harapkan untuk
penyempurnaan makalah ini.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat
bantuan dari semua pihak yang dalam kesempatan ini sudah sepantasnya penulis
menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua
pihak yang telah membantu, terutama kepada Bapak
H.Nia Gania K sebagai Dosen pembingbing
selama pembelajaran.
Terima kasih yang tak terhingga, penulis sampaikan kepada
keluarga , serta sahabat dan kolega
penulis yang senantiasa mendorong dan mengingatkan agar menjalani proses
Belajar ini dengan baik.
Akhirnya kepada Alloh jualah kita semua berserah diri.
Garut, Maret 2015
Penulis
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar ........................................................................................... 1
Daftar Isi....................................................................................................... 2
Bab 1 Pendahuluan .................................................................................... 3
1.1.
Latar Belakang ................................................................................ 3
1.2.
Tujuan Pembahasan ......................................................................... 4
Bab 2 Landasan Teori ................................................................................ 5
2.1 Pengertian dan Makna Pembangunan ............................................. 5
2.1. Proses Pembangunan ...................................................................... 6
2.3. Indikator Pembangunan .................................................................. 6
2.3.1 Pradigma Tradisional ............................................................. 6
2.3.2. Paradigma Baru ..................................................................... 7
Bab 3 Gambaran Umum ............................................................................ 9
3.1. Gambaran Umum dan
Kedudukan RW 5 ....................................... 9
Bab 4 Pemabahasan ................................................................................... 10
4.1 Proses Pembangunan di RW
5 .......................................................... 10
4.2. Indikator Ekonomi dan
Sosial serta Indikator Lain yang Telah Dicapai 10
4.3. Tingkat Kesejahteraan
di RW 5 ....................................................... 11
4.3.1 Aspek IPM (Indek
Pembangunan Masyarakat) ...................... 11
4.3.2 Ukuran Kesejahteraan
RW 5................................................... 12
Bab 5 Kesimpulan ....................................................................................... 14
Daftar Pustaka ............................................................................................ 15
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indikator keberhasilan pembangunan suatu daerah adalah
semakin meningkatnya kesejahteraan penduduk daerah yang bersangkutan. Dengan
semakin meningkatnya pemerataan kesejahteraan penduduk menyebabkan tingkat
kemiskinan dan pengangguran dapat diminimalisir. Proses pemerataan
kesejahteraan penduduk tentunya bukan suatu hal yang gampang, mengingat
sulitnya indikator-indikator yang harus dipenuhi agar kesejahteraan penduduk
dapat tercapai. Untuk menilai keberhasilan pembangunan, ada syarat yang
diperlukan untuk mengukur atau menunjukkan tingkat keberhasilan pembangunan.
Syarat itu harus dimulai dari tingkat pemahaman semua komponen terkait
indikator-indikator/variabel-variabel pembangunan serta pengertian penerapan
kebijakan dan hasil dari proses pelaksanaan kebijakan. Pemahaman memadai
tentang indikator pembangunan, menunjukan semakin terarah pelaksanaan
pembangunan dan semakin tingginya responsif masyarakat dalam menyukseskan dan
mencapai sasaran yang ditargetkan dari progres yang ada. Terkait indikator yang
digunakan untuk mengukur keberhasilan (pembangunan), dianggap perlu mendapatkan
perhatian semua pihak terutama dari pihak pengambil keputusan. ”. Pembangunan
harus dilakukan terus menerus agar kekurangan yang dimiliki suatu daerah dapat
tertutupi oleh pesatnya pembangunan yang berjalan. Proses pembangunan,
merupakan suatu perubahan sosial budaya. Pembangunan agar menjadi suatu proses
yang dapat bergerak maju atas kekuatan sendiri tergantung kepada manusia dan
struktur sosialnya. Jadi bukan hanya yang dikonsepsikan sebagai usaha untuk
mengejar pertumbuhan ekonomi belaka. Pembangunan tergantung dari suatu
innerwill, proses emansipasi diri dan suatu partisipasi kreatif dari semua
kalangan menuju pada pembaharuan segala aspek.
Makalah ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi tingkat
kesejahteraan di RW 5 desa Situjaya serta yang berkaitan dalam pembangunan ekonomi.
1.2
Tujuan Pembahasan
1.2.1
Untuk Menggambarkan Proses Pemabngunan di RW 5 Desa Situjaya
1.2.2
Menjelaskan Indikator Ekonomi dan Sosial serta Indikator Lain yang telah
Dicapai RW 5
1.2.3
Menjelaskan
Tingkat Kesejahteraan di RW 5
BAB
II
LANDASAN
TEORI
2.1 Pengertian dan Makna Pembangunan
Teori pembangunan dalam ilmu social dapat dibagi ke dalam dua
paradigma besar, modernisasi dan ketergantungan. Paradigma modernisasi mencakup
teori-teori makro tentang pertumbuhan ekonomi dan perubahan social dan
teori-teori mikro tentang nilai-nilai individu yang menunjang proses perubahan.
Paradigm ketergantungan mencakup teori-teori keterbelakangan (under
development) ketergantungan (devendent development) dan system dunia (world
system theory) sesuai dengan klasifikasi Larrain. Sedangkan Tikson membaginya
ke dalam tiga klassifikasi teori pembangunan, yaitu modernisasi, keterbelakangna
dan ketergantungan. Dari berbagai paradigm tersebut itulah kemudian muncul
berbagai versi tentang pengertian pembangunan.
Mengenai pengertian pembanguann, para ahli memberikan
definisi yang bermacam-macam seperti halnya perencanaan. Dalam hal ini,
pembangunan dapat diartikan sebagai ‘suatu
upaya terkoordinasi untuk menciptkana alternative yang lebih banyak secara sah
kepada setiap warga Negara untuk memenuhi dan mencapai aspirasinya yang paling
manusiawi.
Alexander menyebutkan bahwa pembangunan (development) adalah suatu proses perubahan yang mencakup seluruh
system social, seperti politik, ekonomi, infastruktur, pertahanan, pendidikan
dan teknologi, kelembagaan dan budaya. Dan Siagian memberikan pengertian
tentang pembangunan sebagai ‘suatu usaha
atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang berencana dan dialkukan
secara sadar oleh suatu bangsa, Negara dan pemerintah, menuju modernitas dalam
rangka pembinaan bangsa (nation building).
Dengan demikian, sebagaiamna yang dikemukakan oleh para ahli
diatas,pembangunan adalah suatu proses perubahan yang dilakukan melalui
upaya-upaya secara sadar dan terncana. Dan makna penting dari pembangunan
adalah adanya kemajuan atau perbaikan (progress), pertumbuhan dan
diversifikasi.
2.2 Proses Pembangunan
Proses pembangunan, merupakan suatu proses untuk mendapatkan
kesejahteraan dalam segala aspek kehidupan, termasuk kesejahteraan dalam bidang
ekonomi, social(agama, pendidikan, kesehatan, budaya), kesejahteraan dalam
bidang politik , serta dalam bidang hukum.
Dengan demikian,proses pembangunan terjadi di semua aspek
kehidupan masyarakat, yang berlangsung pada level makro dan mikro. Oleh karena
itu, proses pembnagunan yang menuju pada perubahan mendasar dilaksanakan tidak
secepat membalikan telapk tangan, pembnagunan harus dilakukan terus menerus
agar kekurangan yang dimiliki suatu daerah dapat tertutupi oleh pesatnya
pembangunan yang berjalan serta dimulai dari proses yang panjang dan lama
sesuai tahapan. Proses pembangunan juga tidak terjadi dengan sendirinya tetapi
memerlukan usaha yang konsisten.
2.3 Indikator Pembangunan
Indicator pembangunan merupakan tolak ukur yang digunakan
dalam mengukur performa suatu Negara dalam pencapaian pembangunannya, serta
perbandingan terhadap Negara-negara lain.
Dalam hal ini, makna economic development mengakibatkan
terjadinya evolusi pada alat ukurnya, yaitu paradigma tradisional dan paradigma
baru (1950an – 1960an).
2.3.1
Paradigma Tradisional
Pembangunan ekonomi disama artikan
dengan pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian digunakanlah pertumbuhan GNP(Gross
Nation Product) sebagai indicator pembangunan. Maka indicator alternative, yang
ternyata lazim digunakan hingga kini adalah GNP per kapita.
2.3.2
Paradigma baru (1950an-1960an)
Saat GDP growth ≠ tingkat
kesejahteraan bangsanya, signal negative terhadap makna pembangunan.
Sejak itulah pembangunan ditekankan
sebagai proses yang multidimensional dalam rangka pertumbuhan ekonomi,
pemerataan distribusi pendapatan, serta pengentasa kemiskinan. Ini menunjukkan
bahwa indicator pembangunan yang harus digunakan tidak hanya indicator ekonomi.
Melainkan indicator-indikator social, seperti Human Development Index (HDI) dan
Physical Quality Of Life Index (PQLI) juga mempengaruhi indicator pembanguann
suatu negara terhadap Negara lain.
a. Human
Development Index (HDI)
Produk pembangunan yang ingin dicapai
HDI dalah sebagai berikut :
1. Health
and longevity (as measured by life expectancy at birth) usia panjang yang di
ukur dengan tingkat harapan hidup
2. Education,
pengetahuan yang diukur dengan rata-rata tertimbang dari jumlah dewasa yang
dapat membaca dan rata-rata tahun lama sekolah.
3. Living
standard
b. Physical
Quality Of Life Index (PQLI)
PQLI atau lazim disebut indek mutu hidup
merupakan salah salah satu indicator komposit yang digunakan untuk mengukur
tingkat kesejahteraan masyarakat. IMH ini merupakan gabungan dari tiga
indicator tunggal yaitu Angka Kematian, Angka Harapan Hidup dan Angka Melek
Hurup.
Di Indonesia Human Development Index di jabarkan menjadi IPM (Indek
Pembangunan Manusia) :
1. Angka
Harapan Hidup
2. Indek
Pendidikan (angka melek hurup dan rata-rata lama sekolah)
3. Daya
beli masyarakat
IPM =
Indek Pembangunan Masyarakat
|
Indicator
|
Kondisi buruk
|
Ideal
|
Target
|
|
AHH
|
25
|
85
|
60
|
|
AMH
|
0
|
100
|
100
|
|
RLS
|
0
|
15
|
15
|
|
IDB-PP
|
367.000
|
737.720
|
437.000
|
BAB
III
GAMBARAN
UMUM
3.1. Gambaran Umum dan Kedudukan RW 5
RW 5 merupakan
salah satu kampung yang berada di Desa Situjaya dan merupakan salah satu RW
yang letaknya sangat strategis diantara RW lainya,karena letaknya yang berada
dekat dengan jalan raya dan akses transfortasi yang mudah. RW 5 terletak di
Desa Situjaya Kecamatan Karangpawitan.
RW 5 terdiri dari
2 Rukun Tetangga, yaitu dimana jumlah kepala keluarganya 132. RT 2 65 KK dan RT
2 67 KK. Jumlah penduduknya mencapai 655 jiwa.
Batas wilayah RW
5, sebelah timur berbatasan dengan RW 8, sebelah barat berbatasan dengan RW 7,
sebelah utara berbatasan dengan RW 4 dan sebelah selatan berbatasan dengan SMPN
2 Karangpawitan dan Instalansi Pertanian.
Kegiatan
sehari-hari penduduk di RW 5 yaitu ada yang sebagai buruh tani, buruh industry
bata, berdagang, dan guru. Tetapi sabagian mayoritasnya adalah sebagai buruh
tani, karena di RW 5 ada instalansi pertanian milik pemerintah. Jadi banyak
sekali penduduk RW 5 yang bekerja di intalansi tersebut. Dan kehidupan
ekonominyapun sangat bergantung pada instalansi pertanian tersebut.
Selain itu juga
dilihat dari infrastruktur umumnya, RW 5 memiliki sarana ibadah yang memadai
selain tempat ibadah, madrasah tersebut dipergunakan untuk Madrasah Diniyah yang
dilaksanakan pada sore hari, sehingga sampai petang anak-anak dan remaja tetap beraktifitas
kegiatan keagamaan.
BAB
IV
PEMBAHASAN
4.1 Proses Pembangunan di RW 5
Proses pembangunan di RW 5
kalau dilihat dari dokumen fisik tidak ada,tetapi program-program yang
direncanakan oleh ketua RW 5 lumayan bertahap dan terealisasikan. Pembangunan
infrastruktur dan sarana umumpun lumayan berkembang. Seperti yang telah
disampaikan oleh ketua RW 5 bahwa ada indicator-indikator dan variable lain yang mempengaruhi untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
4.2 Indikator Ekonomi dan Sosial serta Indikator Lain yang telah
Dicapai
Indicator ekonomi merupakan
salah satu indikator yang mempenaruhi pembangunan di RW 5, seperti halnya
pendapatan penduduk RW 5 yang rata-ratanya Rp.1.005.000 per bulan dengan
pekerjaan rata-rata buruh tani dan pedagang rumahan. Kegiatan ekonomi RW 5 di
dorong oleh beberapa kegiatan seperti berdagang, bertani dan ada sebagaian
berprofesi sebagai guru.
Dalam bidang sosialpun di
dorong oleh beberapa kegiatan seperti di bidang pendidikan yaitu rata-rata lama
sekolah penduduk di RW 5 yaitu 9 tahun. Begitu juga untuk menekan angka
kemiskinan dan pengangguran , RW 5 juga mempriotaskan pendidikannya. Walau
hanya sebagian dari masyarakat yang melanjutkan ke tingkat SMA dan perguruan
tinggi. Dan tingkat angka melek huruf di RW 5 lumayan tinggi meskipun tidak 100
%.
Di bidang kesehatan (angka
harapan hidup) , untuk dapat memberikan kesejahteraan di bidang kesehatan
kepada masyarakat, RW 5 berusaha memberikan infastruktur yang lumayan lengkap
dalam bidang yang bersangkutan. Salah satu indikator yang menjadi target RW 5
adalah angka harapan hidup masyarakat yang saat ini rata-rata mencapai 61
tahun. Dengan adanya puskesmas dan bidan turut membantu RW 5 untuk meningkatkan
angka harapan hidup masyarakatnya. Serta ada beberapa program pemerintah ,
seperti posyandu dan BPJS.
Untuk daya beli masyarakat
di RW 5 dapat dikatakan cukup baik. Pendapatan penduduk yang rata-rata
Rp.1.005.000 per bulan dengan pekerjaan rata-rata buruh tani dan berdagang.
4.3 Tingkat Kesejahteraan di RW 5
4.3.1
Aspek IPM (Indek Pembangunan Masyarakat)
Indicator
pembangunan RW 5 :
AHH
: 61 tahun
AMH : 99 %
RLS
: 9 tahun
Daya
beli : 600.000
IPM =
IHH
= (61 - 25) : (85 - 25) X 100 % = 60 %
IMH
= (99 - 0) : (100 - 0) X 100 % = 99 %
ILS
= (9 - 0) : (15 - 0) X 100 % =60 %
IP =
IMH (
) + ILS (
)
= (99 % X 2) + (60 X 1) = 86
3 3
IDB
= (600.000 – 300.000) : (737.720 – 300.000) X 100 %
= 68.5 %
IPM
=
X 100 % =
71.5
|
Kategori
|
Rasio
|
|
Tinggi
|
80 -100
|
|
Sedang
|
51 – 79
|
|
Rendah
|
0 – 50
|
4.3.2
Ukuran Kesejahteraan RW 5
|
No
|
Uraian
|
Jumlah
|
Criteria
|
Nilai Riil
|
Harapan
|
|
1
|
Pendapatan
|
800.000
|
Sedang
|
2
|
3
|
|
2
|
AHH
|
61
|
Tinggi
|
3
|
3
|
|
3
|
RLS
|
SMP
|
Tinggi
|
3
|
3
|
|
4
|
AMH
|
99 %
|
Sedang
|
2
|
3
|
|
5
|
Tempat Tinggal
|
95%
Layak Huni
|
Tinggi
|
3
|
3
|
|
6
|
Sarana Olahraga
-
Volley
-
Futsal
|
1
1
|
Cukup tinggi
Cukup tinggi
|
2
2
|
3
3
|
|
7
|
Fasilitas pendidikan :
-
PAUD
-
SD
|
1
1
|
Cukup tinggi
Cukup tinggi
|
2
2
|
3
3
|
|
8
|
Fasilitas keagamaan:
-
Mesjid
-
Madrasah
|
1
2
|
Cukuptinggi
Cukup tinggi
|
2
2
|
3
3
|
|
9
|
Mini market
|
1
|
Tinggi
|
3
|
3
|
|
10
|
Instansi Pertanian
|
1
|
Tinggi
|
3
|
3
|
|
11
|
Kep.mobil
|
O,1 %
|
Rendah
|
1
|
3
|
|
12
|
Kep.motor
|
50 %
|
Tinggi
|
3
|
3
|
|
13
|
Puskesmas
|
1
|
Memadai
|
3
|
3
|
|
14
|
Posyandu
|
1
|
Memadai
|
3
|
3
|
|
15
|
Bidan
|
1
|
Memadai
|
3
|
3
|
|
|
Jumlah
|
|
|
46
|
54
|
Dari table diatas dapat dihitung tingkat kesejahteraan
masyarakat RW 5 dengan criteria penilaian tingkat kesejahteraan adalah sebagai
berikut:
|
Kategori
|
Rasio
|
|
Tinggi
|
3
|
|
Sedang
|
2
|
|
Rendah
|
1
|
IPM = Jumlah Rasio
3
= 46 =
15,3
3
|
Criteria
|
Rasio
|
|
Sejahtera
|
30
– 54
|
|
Cukup
sejahtera
|
15
– 31
|
|
Tidak
sejahtera
|
0
- 14
|
BAB V
KESIMPULAN
5.1 Proses pembangunan di RW 5 kurang terencana,
karena tidak adanya dokumen fisik dan krangnya planning yang di buat oleh ketua
RW 5. Tetapi, RW lumayan berkembang secara bertahap dan mulai mereleasisakan
program baru untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
5.2 indikator
ekonomi dan social di RW 5 cukup memadai,
5.3 Berdasarkan
ukuran IPM dan memperhatikan table tingkat kesejahteraan di RW 5 termasuk
kategori sedang.
DAFTAR PUSTAKA
& REFERENSI
Mudrajadkuncoro . 1997,
Ekonomika Pembangunan. Yogyakarta
Wawancara dengan ketua RW 5 Desa
Situjaya
Lucky 8 casino - JTHub
BalasHapusLucky 8 Casino in 안성 출장샵 Loto 충주 출장안마 County is located 부천 출장샵 in Loto 용인 출장마사지 County, California. The casino is fully licensed and regulated by the 파주 출장안마 California Gaming Control Board.